Memulai usaha dengan tanpa atau sedikit modal, BUKAN hal yang sulit. Tinggal nyalakn notebook anda, koneksikan dengan jaringan internet, buka toko online (misalnya Kaskus atau Tokobagus), saat itu juga, Anda bisa menjadi pengusaha. Melalui toko online Anda bisa jual apa saja dari mulai jual beli barang yang tak terpakai yang menumpuk di gudang rumah, jual jasa otak (konsultasi, guru) dan lain-lain. Bahkan menjual barang yang belum Anda milikipun, bisa kok.
Lengkapi dengan sedikit foto dari barang yang akan Anda jual, entah itu foto asli atau foto hasil browsing dari internet. Kemudian untuk sedikit membantu menyebarluaskan informasi toko online Anda, buat broadcast kepada kawan-kawan Anda via BBM atau facebook, beres.
Akan tetapi bagaimana jika Anda bermaksud mendirikan usaha yang sedikit lebih "serius" dalam arti skala, jenis barang dan bisnis model yang lebih kompleks, maka tak mungkin sesederhana buka toko online. Kebanyakan kendala pertama yang dihadapi adalah modal.
Jika Anda memiliki assets sebangsa rumah, mobil atau motor, sekuritisasi assest adalah jalan keluar yang mudah. Sekuritisasi assest, dalam bahasa gaul sering disebut "nyekolahin" entah nyekolahin sertfikat rumah atau BPKB mobil, gampangnya mengagunkan asset kita kepada perusahaan pembiayaan untuk mendapatkan sejumlah uang yang dipakai modal usaha. Biasanya, karena ingin gampang maka jenis kredit yang diambil adalah jenis multiguna. Keuntungannya, bank atau perusahaan pembiayaan gak banyak cincong nanya ini itu soal bisnis yang akan dijalankan, namun kerugiannya, bunga yang dibebankan sangat tinggi.
Jika Anda punya bisnis lain sebelumnya, kecuali bisnis baru Anda ini sama sekali tak berhubungan dengan bisnis lama ataupun Anda sama sekali tak punya pengalaman, sebenarnya juga tak terlalu sulit. Bisnis lama Anda bisa menjadi "modal" untuk mendapatkan kredit.
Syarat pertama Anda harus membuat "business plan" yang baik. Business plan dapat dikategorikan baik paling tidak memiliki beberapa unsur yaitu penjelasan mengenai target dan potensi pasar, barang yang akan jula, product preposition (apa yang mebuat produk anda bisa laku dipasaran) dan business model yang akan Anda terapkan. Bagi financier, hal-hal itu sama pentingnya, sehingga Anda harus menyajikan informasi ini sejelas mungkin.
Mengenai konten Business Plan, anda bisa browse via google, banyak sekali template gratisan yang sangat bagus. Karenanya saya tak akan bahas hal itu lagi disini secara detail. Hanya, saya ingin ingatkan bahwa business plan yang baik harus sedikit konservatif. Mungkin ini agak bertolak belakang dengan mental pengusaha yang biasanya agresif. Bagi saya agresif ketika jualan itu mesti tetapi konservatif ketika membuat rencana merupakan kebijaksanaan.
Bagi Anda yang benar-benar memulai usaha pertama kali, maka membuat business plan juga mandatory. Tentu saja tingkat kesulitan untuk mendapatkan dukungan modal lebih tinggi daripada contoh-contoh yag saya sampaikan diatas.
Dibanyak negara, banyak invetor yang memang mencari start-up company dengan prospek yang bagus, misalnya dibidang IT/Software. Sayang di negara kita ini saya jarang mendengar itu. So, bagaimana dengan kondisi seperti ini?
Saya hendak merekomendasikan perbankan syariah, karena mereka memiliki skema "musyarakah" yakni mereka memberi kredit yang sifatnya penyertaan modal. Tidak ada bunga atas kredit tersebut melaikan bagi hasil dengan nisbah (rasio) tertentu sesuai kesepakatan awal. Balik lagi, even dengan perbankan syariahpun, business plan adalah wajib hukumnya.
Terkahir, seorang pengusaha yang sudah karatan atau yang baru mulai, selalu menyimpan prinsip bahwa kejujuran adalah hal utama. Namun, kemanfaatan usaha kita bagi komunitas yang lebih luas, bagi saya bernilai lebih tinggi dari kejujuran tadi. Letak kemanusiaan adalah kemanfaatan bagi orang lain. Ini penting sebagai bahan bakar perjuangan Anda dalam berbisnis.
Oka Widana
okawidana.blogspot.com
ahlikeuangan-indonesia.com
solusi-kampiun.blogspot.com